Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Gagal Melawan Lupa

Lupa merupakan sebuah anugerah Allah swt. yang istimewa, terutama bagi manusia seperti kita ini. Tanpa adanya lupa, kita bisa membayangkan betapa dunia ini bagaikan tanpa masa depan. Mengapa demikian?coba kita renungkan! Ya lupa, kadang harus dilupakan. Contoh ada seseorang yang ditinggal mati anaknya atau seorang istri ditinggalkan oleh suami yang tercinta. Jika orang itu tidak dikaruniai anugerah lupa, mungkin setiap hari akan mengingatnya. Bahkan banyak orang meninggal dunia hanya gara-gara lupa. Tapi lupa, kadang harus diingat. Contoh ada seseorang yang pernah mengalami hal buruk misalnya lupa belum mematikan kompor gas, akhirnya terjadilah kebakaran rumahnya. Maka lupa yang kedua ini jangan sampai terulang kembali.  Melawan lupa, segala cara dilakukan untuk melawan lupa. Contoh sesorang yang ingin bangun di malam hari harus menyalakan alarmnya. Sehingga dengan peringatan buatan tersebut, sesorang berhasil melawan lupa. Di dalam aturan fiqih ada yang namanya sujud sahwi. Apa it...

Hikmah Riaya Qurban

الله اكبر الله اكبرالله اكبر الله اكبر الله اكبرالله اكبر الله اكبر الله اكبرالله اكبر  الحد لله اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد اتقواالله حق تقاته Hadirin jamaah idul adha ingkang minulya. Langkung rumiyin kawulo wasiyat dumateng awak kulo    lumeber dumateng panjenengan sedoyo Monggo sareng-sareng sami ambudidoyo nambahi anggenipun taqwa dumateng Allah swt. Ing dinten puniko kito mrengeti setunggalipun peristiwa penting inggih meniko sejarah kurban. Ing peristiwa puniko  katah perkawis-perkawis ingkang saged kito pundhut minongko pitutur kagem kito sedoyo. Peristiwa kurban termasuk dipun sebat wonten ing Alquran, ing antawisipun kasebat wonten ing surat Ash-Shoffat ayat 99-102 ingkang ungelipun mawi artos jawinipun mekaten: Tegesipun sa sampunipun Nabi Ibrahim AS wilujeng saking kobong lajeng hijroh dumateng negari Syam. Dawuhipun "Ingsun arep budal pindah saking negoro iki, pengarep-arep ingsun, ana ing panggonan...

Door to Door

Sebut saja Ustadz X. Beliau berpenampilan selalu nyetil. Baju dimasukkan tampak ikat pinggagnya, layaknya pegawai kantoran atau perusahaan bonafit. Ustadz X biasa nongkrong di kedai makan untuk sekedar makan pagi. Saya sering ketemu beliau di kedai tersebut. Beliau ternyata alumnus Pondok Pesantren Pabelan Solo. Ustadz yang berasal dari purwokerto itu merantau ke Sabah bersama istrinya yang berpenampilan tidak kalah dengan anak-anak muda. Walaupun usianya sudah menginjak kepala 5 beliu berdua tetap seperti anak muda. Istrinya suka memakai topi koboy. Ah, saya penasaran dengan ustadz X itu. Kepolah kalau bisa dibilang anak zaman now. Pada suatu hari saya ketemu di kedai, lalu saya tanya "Bapak di sini bekerja di mana?". Beliau langsung menjawab "saya ngajar ngaji, bah". "Bah" biasanya diucapkan sesama orang yang saling kenal. Kalau di Indonesia mungkin setara dengan "Bro". Atas jawaban pak Ustadx tadi saya kejar, lalu saya bertanya lagi "ngaj...

Cerita Hari Ini

Berangkat dari rumah pagi pukul 08.30 menuju teman istriku mengambil PAK Terbaru 2020 istriku. Langsung menuju ke puskesmas kesesi 2 mengambil P2KPNS dan surat pengantar kenaikan pangkat dan memintakan tandatangan SKP ke ka subag TU, namun beliau masih di dinas.

Lima Niat Menuntut Ilmu

Setiap orang yang menuntut ilmu harus punya niat, karena sahnya amal (pekerjaan ibadah) dengan niat. Niat merupakan pekerjaan hati. Adapun jika dilafalkan hukumnya sunnah karena untuk menolong hati supaya konsentrasi. Banyak amal yang kelihatannya berupa amal dunia, tetapi karena niat yang benar, maka menjadi amal akherat. Contoh: makan yang diniatkan untuk mendapat kekuatan dalam melaksanakan ibadah, maka termasuk amal akherat dan diberi pahala oleh Allah swt. Begitu pula sebaliknya, banyak amal yang kelihatannya amal akherat, tetapi karena niat yang salah, maka menjadi amal dunia. Contoh:Sholat sunah tahajud (amal akherat) dengan niat pamer, maka menjadi amal dunia (menikmati pujian orang lain).  Di antara lima niat yang benar ketika menuntut ilmu, adalah sebagai berikut: (1) Niat menuntut ilmu yang utama adalah mencari Ridhonya Allah swt semata (ilahi anta maqsudi waridhoka mathlubi); (2) niat menuntut ilmu untuk mendapatkan pahala di akherat; (3) niat menuntut ilmu untuk menghi...

Program Kerja Pertama Seorang Muslim

Setelah mengucapkan syahadatain kini seseorang telah resmi menjadi orang islam (muslim). Begitu pula anak-anak orang muslim yang telah mencapai mukallaf (baligh dan berakal sempurna), maka secara legalitas agama telah sah menjalankan syariat agama Islam. Ibarat mau membangun sebuah rumah syahadatain merupakan pondasi. Semakin kokoh pondasinya semakin kuat bangunannya. Jadi pondasi sangat berpengaruh terhadap pilar lainnya.  Seorang muslim yang bertanggungjawab atas syahadatnya, pastilah setelah mengucapkan syahadatain ataupun telah mencapai mukallaf maka akan menyusun program-program kerja yang menunjang syahadatainnya supaya kokoh. Program-program kerja tersebut dinamakan ibadah (menghamba kepada Allah).

TRADISI NGGEMBLONG DI WINDUROJO

"Tradisi Nggemblong di Windurojo" Windurojo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Desa ini terletak paling selatan dari kota Kecamatan Kesesi. Perjalanan dari kecamatan melewati  empat desa yaitu, Kaibahan, Karyomukti, Kwasen dan Brondong. Jaraknya kurang lebih 7 Km atau ditempuh  25 menit perjalanan kendaraan bermotor. Di sebelah barat Windurojo adalah perbatasan wilayah Kabupaten Pemalang yang hanya dibatasi sungai layang. Di sebelah selatan dan timur adalah wilayah Kecamatan Kandangserang yang dibatasi hutan pinus.  Desa Windurojo terdiri dari empat dusun yaitu : Serang, Kuthowangi, Karangkarangmoncol, dan Leles. Jumlah penduduknya kurang lebih tujuhribu warga. Penduduk terbesar setelah Desa Kesesi dan Kwasen. Warga masyarakat Desa Windurojo sebagian besar yang bermukim di desa bermatapencaharian sebagai  buruh tani. Namun, para pemudanya kurang meminati profesi warisan leluhur tersebut. Mereka para pemuda lebih memilih u...