TRADISI NGGEMBLONG DI WINDUROJO
"Tradisi Nggemblong di Windurojo"
Windurojo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Desa ini terletak paling selatan dari kota Kecamatan Kesesi. Perjalanan dari kecamatan melewati empat desa yaitu, Kaibahan, Karyomukti, Kwasen dan Brondong. Jaraknya kurang lebih 7 Km atau ditempuh 25 menit perjalanan kendaraan bermotor. Di sebelah barat Windurojo adalah perbatasan wilayah Kabupaten Pemalang yang hanya dibatasi sungai layang. Di sebelah selatan dan timur adalah wilayah Kecamatan Kandangserang yang dibatasi hutan pinus.
Desa Windurojo terdiri dari empat dusun yaitu : Serang, Kuthowangi, Karangkarangmoncol, dan Leles. Jumlah penduduknya kurang lebih tujuhribu warga. Penduduk terbesar setelah Desa Kesesi dan Kwasen. Warga masyarakat Desa Windurojo sebagian besar yang bermukim di desa bermatapencaharian sebagai buruh tani. Namun, para pemudanya kurang meminati profesi warisan leluhur tersebut. Mereka para pemuda lebih memilih untuk merantau ke Jakarta. Mereka rata-rata lulus sekolah SMP sebagaian besar tidak meneruskan ke tingkat SLTA karena faktor ekonomi.
Salah satu tradisi turun-temurun di Windurojo yang masih eksis hingga sekarang yaitu tradisi "nggemblong". Nggemblong berasal dari bahasa jawa gemGemblong sendiri nama makanan tradisional yang dibuat dari bahan dasar beras ketan yang dicampur dengan gula, panili, kelapa, dan bahan lain yang diperlukan. Kemudian diolah menjadi makanan khas yang diberi nama gemblong. Makanan khas yang satu ini akan terlihat hanya pada event-event tertentu, seperti hajatan pernikahan, khitanan, hari raya idul fitri, dan acara adat lainnya.
Gemblong jenisnya bermacam-macam. Ada gemblong putih dan gemblong merah atau nama lainnya wajik juga. Kalau di daerah lain ada yang seperti gemblong merah yang disebut jenang. Di Kudus jenang dikemas rapi dalam bentuk dodol.
1. Gemblong Putih
Dinamakan gemblong putih jika bahan dasarnya tidak diberi gula dan warnanya putih. Gemblong ini rasanya enak dan tidak manis. Biasanya gemblong putih ini tahan berhari-hari. Jika gemblong putih ini digoreng juga rasanya lezat.
Cara membuat gemblong putih ini cukup unik. Biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membuatnya. Anak-anak muda jaman sekarang lebih suka memilih jenis makanan yang instan dari pasar saja. Menurut penuturan Warga Kuthowangi yang namanya tidak mau disebutkan, Gemblong dibuat kurang lebih membutuhkan waktu tiga jam. Mula-mula beras ketan dimasak. Setelah matang diditaruh ditampah untuk dicampur dengan kelapa yang sudah diparud. Kemudian nasi ketan itu ditaruh di tempat yang telah disediakan biasanya memakai blarak yang dianyam. Kemudian ditumbuk hingga hancur dan menjadi rekat. Setelah halus diletakkan di tampah lagi dan diberi plastik untuk membentuk gemblong. Setelah gemblong kering, iris pakai pisau sesuai selera. Jadilah gemblong putih yang siap disediakan untuk keluarga maupun para tamu undangan.
Gemblong putih ini banyak diminati para penggemarnya. Terlebih jika masih hangat. Biasanya kalau masih hangat disebut "cecethotan". Penulis juga sangat menyukai makanan khas yang satu ini. Namun, jangan makan terlalu banyak, karena kandungan gasnya tinggi. Cemilan ini ternyata telah banyak ditemukan di pusat oleh-oleh di kota-kota besar. Ternyata gemblong bernilai ekonomis tinggi jika masyarakat mau kreatif. Akan tetapi mempunyai cita rasa sendiri. Tidak seperti gemblong Windurojo. Sayangnya, di Windurojo sendiri belum ada yang membuka usaha ini.
2. Gemblong Merah
Tak ubahnya gemblong putih, gemblong merah juga terbuat dari beras ketan. Dinamakan gemblong merah karena berwarna merah. Jika sudah tersaji bentuknya menarik. Berwana merah karena adonan dicampur dengan gula jawa atau gula aren. Rasanya manis kenyal. Versi lain menyebut wajik, karena berbentuk seperti layang-layang.
Cara membuat gemblong merah sedikit berbeda dengan gemblong putih. Gemblong ini juga membutuhkan waktu berjam-jam. Tukang masak pun dicari orang-orang yang sudah profesional. Apa benar ya? Beras mula-.mula dicuci lalu di rendam sebelum dimasak. Setelah beras ketan masak, siapkan tungku besar (jadi) dan selanjutnya masukkan gula jawa atau gula aren hingga lebur, nasi ketan langsung dimasukkan ke dalam tungku. nasi ketan yang telah tercampur gula dibolak-balik dengan dua alat (centhong besar) hingga matang dan tercampur merata. Gemblong merah telah siap saji dan siap dihidangkan sebagai cemilan.
Komentar
Posting Komentar