Lima Niat Menuntut Ilmu

Setiap orang yang menuntut ilmu harus punya niat, karena sahnya amal (pekerjaan ibadah) dengan niat. Niat merupakan pekerjaan hati. Adapun jika dilafalkan hukumnya sunnah karena untuk menolong hati supaya konsentrasi.

Banyak amal yang kelihatannya berupa amal dunia, tetapi karena niat yang benar, maka menjadi amal akherat. Contoh: makan yang diniatkan untuk mendapat kekuatan dalam melaksanakan ibadah, maka termasuk amal akherat dan diberi pahala oleh Allah swt. Begitu pula sebaliknya, banyak amal yang kelihatannya amal akherat, tetapi karena niat yang salah, maka menjadi amal dunia. Contoh:Sholat sunah tahajud (amal akherat) dengan niat pamer, maka menjadi amal dunia (menikmati pujian orang lain). 

Di antara lima niat yang benar ketika menuntut ilmu, adalah sebagai berikut: (1) Niat menuntut ilmu yang utama adalah mencari Ridhonya Allah swt semata (ilahi anta maqsudi waridhoka mathlubi); (2) niat menuntut ilmu untuk mendapatkan pahala di akherat; (3) niat menuntut ilmu untuk menghidupkan dan menyebarkan agama Allah yaitu Islam; (4) niat menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan dirinya dan kebodohan orang lain; (5) niat menuntut ilmu untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan Allah, berupa akal dan kesehatan badan.

Wallohu a'lam bishowab

Windurojo, 5 Juli 2020

#pembinaan akhlaq santri tpq ash-shodiqiyah part 1
#pembinaan akhlaq santri madin asy-syafi'iyah part 1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom