Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Gambar
Pada bait Nadham Alfiyah Ibnu Malik nomor 545 dijelaskan bahwa: #Huruf athaf "FA" adalah untuk menunjukkan makna berurutan secara langsung. #dan huruf athaf "TSUMMA" adalah untuk menunjukkan makna berurutan secara terpisah (tidak langsung). Contohnya di bawah ini: Pada contoh tersebut dapat dibedakan antara penggunaan huruf athaf FA dan TSUMMA sebagai berikut: Penggunaan "FA" : Contoh Pertama,  #Telah datang Zaid, lalu Umar Kedatangan Zaid (ma'thuf "alaih) itu lebih dulu lalu datanglah Umar (ma'thuf) di belakang Zaid tdk terjeda lama.  Contoh Kedua,  ayat tersebut maknanya kurang lebih: "Allah menciptakan makhluk-Nya lalu menyempurnakan". Artinya antara penciptaan dgn penyempurnaah berurutan secara langsung. Penggunaan "TSUMMA": Contoh Pertama, #Telah datang Zaid, kemudian Umar Kedatangan Zaid lebih dulu dibanding dgn Umar dengan jeda waktu yg lama tdk secara langsung. Contoh Kedua, "Allah menci...

Permulaan Pembangunan Masjid Dalam Islam

Kajian Tarikh Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 Pelajaran ke-45 1. Tibalah Rasulullah SAW di Quba pd hari ke-2 Rabiul Awal bertepatan tanggal 30 September 622 M. 2. Setelah Nabi SAW tinggal di Makkah selama 13 tahun dgn tekanan Kafir Quroisy dan dilarang secara terbuka utk berdakwah. 3. Sungguh, Nabi SAW tinggal di Quba selama 22 hari bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar secara aman dan tenang. 4. Nabi SAW pada waktu itu membangun Masid Quba' yg Allah telah menyifati/mendeskripsikan  bhw Masjid Quba' ialah masjid yg dibangung dgn didasari atas ketaqwaan. Wallahu a'lam. Demikian, semoga bermanfaat.

Hukum Membaca Istiadzah dan Basmalah

Kajian Sabtu Sore 28 Desember 2024 Tajwid: Hidayatul Mustafid Mualif: Syaikh Muhammad Al Mahmud Hukum Isti'adzah dan Basmalah S: Ada berapa cara baca jika Qori (Pembaca Al-Qur'an) membaca isti'adzah, basmalah dan surat? J: Ada 4 cara: 1. Qoth'ul jami' (memutus semua/Isti'adzah waqof, basmalah waqof) 2. Washlul basmalah (menyambung basmalah dg surat/Isti'adzah waqof, basmalah washol) 3. Washlul Isti'adzah (menyambung isti'adzah/isti'adzah washol, basmalah waqof) 4. Washlul jami' (menyambung semuanya/isti'adzah washol, basmalah washol). Daftar Istilah: 1. Qori : Pembaca Al-Qur'an 2. Isti'adzah: ta'awudz/'audzu billah... 3. Basmalah: tasmiyah/bismillah... 4. waqof: berhenti/jeda dg bernafas 5. washol: menyambung bacaan 6. surat : permulaan surat/ayat pertama selain surat Alfatihah. Wallohu a'lam bishowab Demikian, semoga bermanfaat.

Kajian Fiqih: Siwak

Kajian Fiqih Malam Jumat 26 Desember 2024 Fasal : Siwak (Menggosok Gigi) Bersiwak termasuk salah satu kesunahan dari Wudhu. Alat siwak dengan kayu arok atau sejenisnya. Bersiwak disunnahkan pd semua keadaan. Bersiwak hukumnya makruh bagi org yg sdg berpuasa setelah tergelincirnya matahari. (Bagi org yg sdg berpuasa) hukum makruh menjadi hilang setelah terbenamnya matahari. Menurut Al-Imam An-Nawawi tdk makruh secara mutlaq. Siwak pd tiga tempat lebih disunnahkan: 1. Ketika berubah keadaan mulut krn diam terlalu lama/tdk makan (azm). Sebab selain azm sunah bersiwak seperti makan makanan yg berbau kurang sedap misalnya makan bawang merah, bawang putih, dll. 2. Saat bangun tidur. 3. Saat hendak shalat fardhu atau sunnah. Pada kitab2 fiqih lainnya juga sangat dianjurkan bersiwak selain ketiga hal tsb sprti saat hendak membaca Al-Quran dan gigi kotor (berwarna misal kuning). *Saat bersiwak disunnahkan untuk niat (dlm hati) sunnah siwakan* Bersiwak dg tangan  kanan, memulai dari mulut ba...

Kajian Hadits Bulughul Marom ke-81

Kajian Jumat Sore 27 Desember 2024 Hadits ke-81 Bulughul Marom Dari Abu Huroiroh RA bhw Rosululloh SAW bersabda:*Jauhkanlah dirimu dari dua perbuatan terkutuk, yaitu: suka buang air (kencing/berak) di jalan umum atau suka buang air di tempat orang berteduh* Riwayat Imam Muslim. Abu Dawud menambahkan dari Muadz RA: *Dan tempat-tempat sumberan air* Dlm riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas RA:*atau di tempat menggenangnya air* Dlm kedua hadits di atas terdpt kelemahan. Imam Thobaroni mengeluarkan sebuah hadits mengenai larangan BAB di bawah pohon yg berbuah dan di tepi sungai yg mengalir.  Dari hadits Ibnu Umar dgn sanad yg lemah. Dijelaskan dlm Ibanatul Ahkam syarah Bulughul Marom tentang makna hadits 81 tersebut sebagai berikut: Syariat Islam sangatlah menjunjung tinggi terhadap derajat kemuliaan manusia, mereka tidak diserupakan dengan binatang.  Misalnya kencing di dlm air mengalir, brgkli air yg mengalir itu dijadikan sbg air minum, justru akan menimbulkan penyakit balharsia/schist...