Al-Hikam Part 1
Di antara tanda seseorang bersandar diri pada kekuatan amal usahanya adalah berkurangnya pengharapan terhadap rahmat karunia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan"
(Syaikh Ibnu Athoillah As-sakandari)
Bersandar diri kepada Allah adalah sifat orang-orang ma'rifat billah (bertauhid mengenal Allah), sedangkan bersandar diri kepada selain Allah adalah sifat orang-orang jahil yang lalai. Mereka (orang-orang jahil) bahkan bersandar diri kepada ilmu, amal, dan perilakunya.
Kalimat tauhid LA ILAHA ILLALLOH (Tidak ada Tuhan, berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah; tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah)
Dhohirnya Syariat (aturan dalam agama) menyuruh kita berusaha dan beramal, sedangkan hakikat syariat melarang kita menyandarkan diri kepada ama usaha itu, supaya bersandar pada karunia rahmat Allah.
Kalimat LA HAULA WA LA QUWATA ILLA BILLAHI ( Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan, dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan karunia rohamat-Nya semata-mata).
Terakhir, mari kita renungkan bersama ketika Nabi Sulaiman menerima karunia Allah berupa istana ratu Balqis seperti firman Allah:
"Ini semata-mata dari karunia Tuhanku, untuk menguji padaku, apakah aku bersyukur (terima kasih) atau kufur (lupa pada Allah). Maka siapa yang syukur, maka syukur itu untuk dirinya. Dan siapa yang kufur, maka Tuhanku dzat yang terkaya lagi pemurah (tidak membutuhkan sedikitpun dari makhluknya, bahkan makhluk yang membutuhkan Allah)"
(QS. An-Naml:40)
Wallahu a'lam bishowab
Komentar
Posting Komentar