Ngopi di Depan Gedung PGRI (Story 3)
Kolaborasi pagi bersama istri tercinta merupakan agenda rutin sehabis jamaah Sholat Shubuh. Kali ini diawali membuka laptop. Membantu istri registrasi webinar Workshop Tatalaksana Vaksinasi yang akan dilaksanakan Sabtu besok pagi.
Saya teringat ada undangan rapat PSLCC PGRI hari ini pukul 8.30 di gedung PGRI Kajen. Hari ini padahal juga mengawas pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas VI pukul 07.30. Dengan cekatan mandi, sholat dhuha, berkemas-kemas berpamitan dengan anak-anak dan berangkat.
Agenda pertama mengawas PAT kelas VI. Peserta didik kelas VI berjumlah 15 anak. Sehingga kelas dibagi menjadi 3 kelompok kecil di rumah siswa dan di gedung TPQ. Jam 7.30 siswa sudah menunggu. Setelah semua anak-anak masuk perkelompok dan berdoa, saya membagikan soal Matematika. Berlangsung selama 30 menit, saya harus berangkat ke Kajen. Kelas saya titipkan kepada bapak kepala sekolah.
Alhamdulillah tiba di gedung PGRI tidak terlambat. Setelah memarkir motor, mau menuju ke dalam gedung PGRI tanpa sengaja melihat warkop di depan gedung sepi pembeli. Akhirnya, saya ke warkop dulu saja pesan kopi. Sejenak menikmati kopi susu, teman-teman sudah kelihatan memasuki area parkir dan masuk gedung. Akhirnya saya sudahi ngopinya dan mengikuti teman-teman masuk ke gedung.
Sesampainya di gedung absen dan naik ke ruang rapat. Kurang dari sepuluh menit peserta rapat yang terdiri dari pengurus APKS dan PSLCC sudah memenuhi kursi. Rapat dimulai pukul 09.00. Dibuka oleh ketua APKS sekaligus pengurus harian PGRI Kabupaten Pekalongan dan dilanjutkan oleh sekretaris APKS dengan memaparkan di antara program APKS PGRI provinsi yang terdiri dari delapan program.
Adapun program-program PGRI yang sudah terlaksana di antaranya yang telah disampaikan oleh pengurus PGRI yaitu pendampingan kenaikan pangkat. Program tersebut sangat dibutuhkan bagi guru yang akan mengajukan kenaikan, terbukti kurang lebih 30% guru dari sejumlah yang mengikuti bimbingan melalui fasilitator PGRI berhasil naik pangkat. Harapan dari pengurus PGRI di antara program baru APKS dan PSLCC memberikan pendapingan yang lebih luas bagi guru-guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat.
Pendapat dan ide-ide dari pengurus APKS maupun PSLCC terus bergulir. Kini tiba saatnya ketua PSLCC memaparkan ide-idenya berkaitan dengan pengalaman teoritik dan praktik di lapangan. Beliau mempunyai harapan baru bahwa lahirnya badan kelengkapan PGRI APKS dan PSLCC ke depan dapat menjembatani dan mengakomodir program-program yang ada pada MGMP maupun KKG/KKKS di kabupaten Pekalongan. Diskusi sangat asyik hingga mengerucut menjadi target program dalam satu tahun yang dimulai sejak April 2021 hingga Maret 2022. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 untuk menunaikan Sholat Jumat, maka diskusi penyusunan program dilanjutkan via group wattshap.
Sekian
Komentar
Posting Komentar