Mie Ongklok dan Tempe Kemul
Sumber : Dokumen Pribadi
Mie Ongklok dan Tempe Kemul. Dua nama makanan ini mungkin tidak asing bagi masyarakat Wonosobo. Kedua makanan ini memang merupakan makanan khas daerah tersebut. Namun, bagi orang pendatang nama tersebut sangat terdengar asing ditelinga, bahkan lucu. Kata yang pertama "mie" dan "tempe" semua orang Indonesia mengenalnya. Mie dan tempe tidak hanya mengenal bahkan ada yang menyukai dan menjadi makanan idola. Yang menjadi penasaran penulis kata yang kedua yaitu "ongklok" dan "kemul".
Berikut hasil wawancara penulis dengan Bapak Warsono dan istrinya warga Selomerto yang menjual mie ongklok dan tempe kemul yang dikunjunginya.
1. Mie Ongklok
Menurut penuturan bapak Warsono yang sudah berjualan mie ongklok sejak tahun 1980an mengatakan bahwa mie ongklok bukan sekedar mie pada umumnya, tetapi mie yang memiliki rasa khas bagi lidah warga Wonosobo khususnya. Juga banyak warga pendatang yang menyukainya, terbukti setiap harinya banyak warga pendatang yang memesan kembali, dan bahkan ketagihan sehingga menjadi pelanggan setianya. Di samping murah satu porsi hanya dijual limaribu rupiah juga mengenyangkan perut yang sedang keroncongan, cocok untuk pengganti makan siang atau malam.
Apa saja ya bahan dan cara membuat mie ongklok tersebut?
Menurut istri bapak Warsono bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat mie ongklok antara lain: mie burung dara atau jenis mie kriting, kubis yang diiris kecil-kecil, kaldu ayam, mrica, bawang, kacang tanah yang digoreng, garam dan cabai. Bumbu dapur tersebut ditumbuk halus. Cabai sesuai kebutuhan pembeli. Mula-mula merebus air untuk satu porsi kurang lebih seperempat teflon (panci kecil). Setelah air mendidih mie, kubis, kaldu dan bumbu dapur yang telah ditumbuk dimasukkan. Tunggu beberapa saat, kuranglebih 5-7 menit mie ongklok siap saji. Mie yang telah direbus diambil dengan serok kecil yang cukup untuk satu porsi.
2. Tempe Kemul
Wonosobo merupakan salah satu dati sepuluh sebutan kota dingin. Bahkan termasuk kota terdingin di Jawa Tengah. Suhu di siang hari rata-rata berkisar antara 18-21 derajat celcius. Jika di malam hari lebih dingin lagi, apalagi dini hari. Suhu rata-rata berkisar 13-15.
Menurut hipotesis penulis mengapa ada inovasi dari pedagang memberi nama "tempe kemul". Di daerah dingin untuk menghangatkan badan biasanya dengan minum kopi atau teh yang panas ditemani tempe yang masih hangat akan terasa nikmat bagaikan berselimut di tempat tidur.
Atau nama tempe kemul karena tempenya dibalut dengan tepung yang diberi bumbu-bumbu khusus.
Berikut hasil wawancara singkat dengan istri bapak Warsono yang telah membuat dan menjual tempe kemul sehari-hari sebagai pelengkap mie ongklok.
Menurut penuturanya, bahwa untuk membuat tempe kemul sangat mudah, karena bahan-bahannya mudah didapat. Adapun bahan-bahanya antara lain: tempe, bumbu komplit (bawang, kencur, kunir dan kochai). Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus. Kemudian tempe diiris kecil-kecil dimasukkan ke dalam bumbu yang sudah dihaluskan tersebut. dan digoreng, tunggu beberapa saat. Tempe kemul siap menemani anda. O, ya hampir lupa tempe kemul yang kelihatan seperti daun-daun bawang itu ternyata daun kochai atau chai yang biasa ditanam di depan rumah katanya. Jika masih penasaran, datanglah ke Wonosobo untuk menikmati mie ongklok dan tempe kemul.
Muantap Pak👍👍luar biasa
BalasHapus