Hidden Curriculum:Kurikulum Ngumpet
"Keprihatinan praktik baik di sekolah internasional menjadi tantangan sekolah-sekolah nasional di tanah air"
Inilah ide awal DR. Capri Anjaya menuliskan sebuah buku yang berjudul "Kurikulum Ngumpet"
Saya hanya menyimak vidio tayang ulang di youtube, karena waktu live streaming sedang berada di pesantren anak saya dan sinyal juga tidak mendukung. Materi ini sangat menarik, karena mengungkap apa yang telah dilakukan banyak guru, namun tidak dipikirkan dan dirancang dengan baik. Pada sekolah dasar paradigma kurikulum 2013 harus dibangun dari aspek attitude dengan porsi yang besar dibanding membangun knowledge. Sehingga dibutuhkan daya kreativitas guru dalam perancangan pembelajaran.
Dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang sering kita saksikan misalnya praktik membuang sampah pada tempatnya belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat. Terbukti ketika terjadi banjir barulah menyadari bahwa sampah inilah salah satu dari beberapa faktor penyebabnya. Padahal sebagaian besar masyarakat adalah mengenyam pendidikan, apalagi hidup di kota yang rata-rata berpendidikan SMP dan SMA.
Apakah dalam pembelajaran ada materi tersebut?
Jawabnya "tidak". Artinya tidak semua guru memberikan materi tentang cara membuang sampah di tempatnya dikarenakan materi yang diajarkan tidak berhubungan dengan permasalahan sampah. Namun, secara tidak tertulis dalam rancangan. Dalam praktiknya sekalipun tidak tertulis dalam skenario pembelajaran sekolah telah memfasilitasi tempat sampah di depan kelas peserta didik. Mengatur pembagian tugas piket. Ada kerja bakti di lingkungan sekolah, ruang kelas, dan kebun sekolah. Inilah hidden kurikukulum yang dimaksud DR. Capri.
Pemateri sangat interaktif dengan melakukan eksplor tanya jawab dengan para peserta.
Ada tulisan “dilarang buang sampah di sini”
Namun, hanya slogan yang diam membisu. Bahkan tak segan-segan papan larangan tersebut tertimbun oleh sampah.
Usaha-usaha apa seorang guru dalam menanamkan salah satu aspek penting dan mudah diingat-ingat. Seperti peserta didik selalu diingatkan belajarkan hidup sehat, mendemo membuag sampah Organic dan anorganik, adabta piket kelas yang terjadwal, membetikan sanksi atau hukuman yang mendidik.
Apa yang bisa kita tingkatkan dalam mendidik siswa untuk membuang sampah di tempatnya?Apakah di rumah guru dan siswa sudah membuang sampah di tempatnya?
Jangan melihat kurikulum yang tertulis saja, tetapi ajarkan dengan kurikulum ngumpet seperti mengajarkan buang sampah di tempatnya. Membiasakan warga sekolah membuang sampah secara konsisten, jika ada pelanggaran maka wajib ada hukuman seperti mengambil 10 sampah buang pada tempatnya. Dan sanksi lainnya hingga menjadi kebiasaan.
Menjadi sebuah kebiasaan yang luar biasa jika benar-benar menjadi "GURU" yang selalu menjalankan 4D Mekar (diajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, dibiasakan, dan menjadi sebuah karakter.
Kurikulum ngumpet/hidden curriculum adalah kurikulum yang tidak tertulis secara eksplisit, namun pada kenyataannya ada dan diajarkan.
Sumber kurikulum ngumpet
1. Nilai2 religius: kasih saying, jujur, taqwa, rendah hati, hormat orang tua
2. Nilai2 sosial: toleransi, kerjasama, empati
3. Nilai2 moral: adil,persamaan, kesetaraan
4. Nilai2 ekonomi: hemat, rajin,ulet, gigih, disiplin
5. Nilai2 bernegara: patriotism, cinta tanah air
Setelah menonton video praktik baik di sekolah internasional (Thailand), maka kurikulum ngumpet semakin jelas. Peserta didik langsung meneladani sikap gurunya yang dilakukan di depan matanya. Teladan tersebut buksn karena disuruh apalagi keterpaksaan.
Nilai-nilai apa yang bisa diambil?
Nilai-nilai relegius, nilai sosial, moral
Guru matematika tidak mengajarkan nilai2 tetapi langsung mengajarkan meneladani mencontohkan perbuatannya dalam satu aksi tidak semua nilai dapat ditanamkan.
Guru sebagai pendidik harus menanamkan
Sebuah renungan kurikulum ngumpet.
Apa yang anda pikirkan setelah mendengarkan penjelasan kurikulum ngupet?
Ada konten sensitif di dalam blog
BalasHapusApa om jay saya edit..terimakasih
BalasHapusMasyaAllah bermanfaat sekali artikelnya...trimkasih pa.
BalasHapusTerima kasih bos
BalasHapus