Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Lupa Berpeci (Story 2)

Hari ini Rabu, 31 Maret 2021 saya mengikuti pelantikan menjadi anggota PSLCC yang merupakan bagian dari kelengkapan pengurus PGRI Kabupaten Pekalongan masa bhakti XXII tahun 2021. Secara bersamaan dua badan kelengkapan yaitu APKS dan PSLCC secara resmi dilantik bersama oleh ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Bapak Rejo Harbeno  M.Si yang disaksikan oleh ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah DR. Muhdi dan plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si. serta para tamu undangan yang menghadiri acara tersebut seperti dewan pendidikan, kemenag, juga perwakilan pengurus ranting se-kabupaten Pekalongan. Sebelum prosesi pelantikan dimulai telah diadakan gladi bersih. Peserta calon pengurus APKS dan PSLCC berjumlah 14 orang. Peserta berjalan ke depan dengan berurutan dimulai dari APKS dilanjutkan PSLCC. Setelah semua maju di depan dan sudah terbuat formasi yang bagus MC kembali membacakan acara selanjutnya yang melantik dan yang dilantik untuk meninggalkan tem...

Hidden Curriculum:Kurikulum Ngumpet

"Keprihatinan praktik baik di sekolah internasional menjadi tantangan sekolah-sekolah nasional di tanah air"  Inilah ide awal DR. Capri Anjaya menuliskan sebuah buku yang berjudul "Kurikulum Ngumpet" Saya hanya menyimak vidio tayang ulang di youtube, karena waktu live streaming sedang berada di pesantren anak saya dan sinyal juga tidak mendukung. Materi ini sangat menarik, karena mengungkap apa yang telah dilakukan banyak guru, namun tidak dipikirkan dan dirancang dengan baik. Pada sekolah dasar paradigma kurikulum 2013 harus dibangun dari aspek attitude dengan porsi yang besar dibanding membangun knowledge. Sehingga dibutuhkan daya kreativitas guru dalam perancangan pembelajaran.  Dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang sering kita saksikan misalnya praktik membuang sampah pada tempatnya belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat. Terbukti ketika terjadi banjir barulah menyadari bahwa sampah inilah salah satu dari beberapa faktor penyebabnya. Padahal sebagaian besa...

Mie Ongklok dan Tempe Kemul

Gambar
             Sumber : Dokumen Pribadi Mie Ongklok dan Tempe Kemul. Dua nama makanan ini mungkin tidak asing bagi masyarakat Wonosobo. Kedua makanan ini memang merupakan makanan khas daerah tersebut. Namun, bagi orang pendatang nama tersebut sangat terdengar asing ditelinga, bahkan lucu. Kata yang pertama "mie" dan "tempe" semua orang Indonesia mengenalnya. Mie dan tempe tidak hanya mengenal  bahkan ada yang menyukai dan menjadi makanan idola. Yang menjadi penasaran penulis kata yang kedua yaitu "ongklok" dan "kemul".  Berikut hasil wawancara penulis dengan Bapak Warsono dan istrinya warga Selomerto yang menjual mie ongklok dan tempe kemul yang dikunjunginya. 1. Mie Ongklok Menurut penuturan bapak Warsono yang sudah berjualan  mie ongklok sejak tahun 1980an mengatakan bahwa mie ongklok bukan sekedar mie pada umumnya, tetapi mie yang memiliki rasa khas bagi lidah warga Wonosobo khususnya. Juga banyak warga pendatang yang menyuk...