Nderes Kitab: Istirja
“ISTIRJA”
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqoroh Ayat 155)
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ”Innalillahi wainna ilaihi roji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (Q.S. Al Baqoroh Ayat 156)
“Mereka itulah yang memeroleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al Baqoroh Ayat 157)
”Innalillahi wainna ilaihi roji’un” kalimat ini dinamakan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah). Disunahkan menyebutnya pada waktu ditimpa musibah, baik besar maupun kecil. (Al Jamil Al Qur’an Tajwid Warna Terjemah Perkata Terjemah Bahasa Inggris, 2012:24)
Syaikh Jalaludin (dalam Tafsir Al Jalalain Juz I) menafsirkan Surat Al Baqarah ayat 155-157 sebagai berikut. Ketakutan yaitu ketakutan dari musuh. Kelaparan yaitu kekurangan makanan karena mahalnya harga. Kekurangan harta yaitu kurangnya harta disebabkan jatuh bangkrut (rusak). Berkurangnya jiwa yaitu disebabkan adanya pembunuhan, mati, dan sakit. Berkurangnya buah-buahan yaitu disebabkan karena penyakit buah (hama). Allah menguji hambanya tersebut dengan tujuan apakah hamba itu bisa bersabar atau tidak. Apabila hamba tersebut dapat bersabar atas ujian-ujian itu, maka Allah akan menyampaikan kabar gembira (hadiah) dengan surga kelak di akhirat.
Orang-orang yang bersabar itu adalah apabila ditimpa musibah (ujian) mengucapkan istirja’. Sebenarnya kita ini milik dan hamba Allah maka sudah semestinya Allah akan menghendaki apa saja itu hak Allah kita harus rela. Dan sebenarnya kita juga akan kembali kepada Allah di akhirat kemudian kita akan mendapat balasan (pahala kesabaran dan membaca istirja’).
“Barang siapa mengucapkan kalimat istirja’ ketika mendapat ujian dari Allah, maka Allah akan memberi pahala dan Allah juga akan mengganti dengan kebaikan”. (Al Hadits)
“Sesungguhnya lampunya Nabi saw. padam, lalu Nabi saw mengucapkan istirja’. Mendengar Nabi saw. mengucapkan istirja’ tersebut kemudian Aisyah bertanya kepada Nabi saw. “itu hanya sebuah lampu”. Nabi saw. Bersabda “segala sesuatu yang membuat susahnya seorang mukmin maka itu juga namanya musibah”. (HR. Abu Dawud dalam hadits mursalnya).
(Disadur dari Kitab Tafsir Jalalain Karya Syeikh Jalaludin Muhammad Bin Ahmad Al Mahali, hal : 22)
Terimaksih, bermanfaat sekali
BalasHapus