Webinar Hari Ke 3: Pelatihan Menulis Buku

Alhamdulillah, webinar hari ketiga dalam pelatihan menulis buku telah usai. Bersama narasumber Bpk Cucu Suryanto Penulis hebat sekaligus juga trainer dari penerbit Farishma Indonesia (FI). Pada sesi ini beliau mengupas tuntas tentang proses penerbitan dan percetakan buku. Namun sebelum beliau menyampaikan lebih lanjut tentang materi, beliau selalu memulai dengan sebuah kalimat motivasi. Kata beliau kunci menulis pertama "menulislah tidak perlu dibaca, bacalah kalau sudah selesai". Memang benar kalimat tersebut ketika dibaca ingin menghapus, setelah dihapus mikir lagi, nulis lagi hapus lagi mikir lagi, waktunya habis.Kunci menulis kedua, setelah menulis kuranglebih limabelas halaman, maka alam bawah sadar kita akan mendorong supaya tulisan selesai. 

Beliau menjelaskan dalam dunia penerbitan ada macam-macam cara dalam penerbitan. Ada yang disebut penerbit mayor, artinya penerbit menerima naskah dari penulis dan penulis menerima royalty. Biasanya royalty berkisar antara 5%-10%. Jika pemula akan memeroleh royaltynya 6% dari harga jual atau kurang lebihnya Rp 3000/ekslempar. Durasi waktu terbit kurang lebih enam bulan. Di antara kriteria buku yang lolos seleksi penerbit mayor adalah buku sesuai dengan analisis kebutuhan pasar. Yang kedua penerbit kerjasama artinya antara penulis dan penerbit pifti-pifti atau pembiayaan dengan modal 50% dari penulis dan 50% dari penerbit. Sedangkan yang ketiga indie publish, artinya penerbit kerjasama dengan penulis. Dalam penerbitan buku disesuaikan dengan kebutuhan pwnulisnya. Misalkan penulis membutuhkan untuk kenaikan pangkat maka cukup cetak 5-10 ekslempar. Adapun prosesnya berkisar 1-3 bulan lamanya setelah masuk ke penerbit. Durasi waktu tersebut meliputi beberapa tahap. Tahap pracetak sendiri hampir 2 minggu seperti desain kover, editor, lay out, dan pengurusan ISBN ke Perpusna RI. Kemudian pada tahap proses meliputi penyusunan naskah jadi, cover, isi, lembaran-lembaran dibanding, jilid dan diplastik.

Di akhir sesi narasumber menyangkan vidio motivasi penulis cilik bimbingan dari Bapak Wijaya Kusumah (Om Jay) dari SMP Labschool Jakarta. Dalam vidio tersebut diceritakan bahwa semasa usia sembilan tahun dia sudah mulai hobi menulis. Hingga sekarang karyanya sudah banyak. Suswa kelahiran 14 Januari 2001 itu kini telah menghasilkan 30an karya.

Kemudian beliau juga menayangkan film "The Tree"  sebagai bahan motivasi. Menurut pengamatan saya, bahwa berkaitan dengan cerita sang anak yang mendorong pohon besar yang tumbang, ia tampil berani sendirian memang sangat berat, akan tetapi karena kepeduliannya akhirnya orang-orang di sekitarnya terinpirasi untuk membantu bergotong-royong bersama-sama mengangkat pohon besar itu. Sehingga tidak menghalangi jalan raya. Itulah mungkin gambaran sang penulis yang berani mengambil resiko dalam memulai menulis memang sangat berat, apalagi seperti saya seorang penulis pemula. Dengan tekad yang bulat dan motivasi yang kuat, insya Allah suatu saat akan menginpirasi banyak orang.

"ga penting berapa kali kita jatuh, yang paling penting berapa kali kita bangkit ketika kita jatuh" 

Bismillah, semangat bapak ibu..
#lakukan apa yang ditulis, tulis apa yang dilakukan

#terimakasih kpd bpk Cucu Suryanto atas ilmu dan motivasinya.semoga bpk selalu diberi kesehatan




Komentar

  1. Sangat membantu saya kang sudik...karna saya tidak bisa ikut zoom meeting pas hari terakhir...thanks

    BalasHapus
  2. Ya. Bagus tulisanmu Kang Sudik. Ini model tulisan jurnalistik. Selamat berkarya. Semoga kita bisa menjadi guru penulis. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amjn..terimakasih pak,,masih belajar asal nulis saja

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom