Tiket Bus Bodong dan Ditolak Masuk Stasiun Semarang
Berawal dari pesan tiket kereta api kamandaka jurusan pekalongan-purwokerto untuk perjalanan besuk anak di pondok pesantren pada tanggal 15 Agustus 2020. Mengingat pada hari senin adalah HUT RI yang ke 75 dan Guru wajib upacara minimalis tanpa melibatkan peserta didik, maka saya tidak berani ijin terlebih saya menjadi petugas upacara. Jika ijin pada HUT RI tersebut maka kemungkinan ada sanksi dari atasan karena ASN sangat sensitif masalah, apalagi menyangkut agenda kebangsaan.
Saya berupaya bagaimana supaya tetap besuk anak ya tetap upacara. Akhirnya, untuk perjalanan pulang saya memboking tiket kereta api Kertajaya dari Semarang Poncol ke Stasiun Pekalongan pada pukul 01.49 tiba di pekalongan pukul 03.02.
Secara tidak sengaja saya browsing perjalanan bus dari Wonosobo Semarang menemukan aplikasi redbus. Saya senang karena harga terjangkau 50ribu, langsung saya booking dengan pembayaran via alfamart. Bus berangkat pukul 16.00 dari terminal wonosobo. Di situ saya sudah dapat 3 tiket. Karena bus antara stasiun purwokerto-wonosobo katanya ada suttle bus terusan dari stasiun langsung, maka saya tidak booking.
Setelah sholat isya saya langsung naik motor menuju stasiun kereta api di pekalongan. Setelah cetak tiket, boarding saya lalu masuk ke stasun menunggu di ruang tunggu. Pukul 22.02 kereta kamandaka datang tepat waktu dan berangkat tepat waktu pula. Setelah melewati beberapa stasiun seperti pemalang, tegal, slawi, purbalingga, akhirnya tiba di stasiun purwokerto pukul 00.59.
Sebelum saya turun kebetulan ada anak muda yang yang duduk di depan kursi saya. Saya tanya tentang suttle bus terusan, ternyata tidak tahu. Setelah saya turun dari kereta saya tanya satpam atau polsus yang sedang berdiri tegak di pintu keluar. "pak mau bertanya, di mana tiket bus terusan bisa dipesan". Jawabannya di stasiun. Saya tambah bingung "ada nggak ya?"
Saya keluar stasiun ditawari sopir taksi,ojek saya bilang tidak. Lalu saya beli kopi dan mie sambil ngobrol dengan tukang warung dan para pembeli. Saya bertanya dengan pertanyaan yang sama. Mereka menjawab, memang dulunya ada angkot terusan jurusan dari stasiun ke wonosobo, namun semenjak wabah korona berhenti total.
Akhirnya saya memutuskan menginap saja, perjalanan dilanjutkan besoknya. Saya browsing hotel budi depan stasiun murah hanya 100ribu satu hari, namun sudah habis untuk hari itu. Akhirnya saya browsing hotel erlangga yang dekat dengan termimal. Waktu menunjukkan pukul 01.30, saya pesan gocar ke erlangga. Setelah driver tiba, saya disuruh jalan ke depan TK agak jauh dari pintu keluar, karena menghindari case driver lokal manual.
Sesampainya di hotel erlangga. Saya tidak langsung cek in, tetapi ke stasiun menanyakan bus jurusan wonosobo. Ternyata bus tersebut sangat banyak dan langsung berangkat tepat pukul 02.00. Penumpang penuh sebagian dari Jakarta. Pukul 03.00 tiba di kota kab.Banjarnegara. saya tertidur hingga tiba di terminal mendolo wonosobo jurusan akhir. Padahal pondok pesantren anakku terlewati.
Alhamdulillah, masih ada waktu sholat tahajud. Setelah tahajud menunggunkira-kira 30 menit masuk waktu shubuh. Setelah sholat shubuh, lalu sarapan dan pada pukul 06.00 saya naik ojek manual karena gojek belum masuk wonosobo.
Setelah tiba di pondok, ternyata asyariyah 6 kompleks MA Takhossus. Putar balik akhirnya sampai di pondok anakku. Saya dibantu salah satu santri putra untuk memanggil izzatul azka anakku. Setelah agak lama saya menunggu di mishola, akhirnya bertemu dengan azka dan teman akrab azka dari purbalingga.
Acara demi acara telah terlampaui. Ada kegiatan hafalan yasin, duror, sholat dhuha, roan. Pukul 9 pagi dimulai acara mujahadah dipimpin oleh santri. Lalu dilanjutkan acara pengajian selapan dengan susunan acara: pembukaan, gema wahyu ilahi, demonstrasi pidato 4 bahasa, sambutan ketua pondok, kepala MTs dan Mauidhotul hasanah oleh bpk ky wahidin dari kali kajar wonosobo dan penutup. Setelah pengajian acara ramah tama makan nasi kuning, sholat berjamaah.
Setelah acara mujahadah dan pengajian selesai, pengurus mengijinkan santri yang didampingi orangtuanya untuk refresing jalan-jalan keluar pondok, namun dilarang ijin pulang walaupun santri yang rumahnya dekat.
Saya dan mbk azka hanya jalan ke depan jalan raya membeli bakso dan masker. Pukul 14.00 saya berpamitan dengan anak saya karena jam 16.00 harus sudah di terminal.mendolo wonosobo. Setelah berpamitan saya langsung sowan pak kh fathurrohman alfaqih alhafidz pengasuh pondok pesantren al asy'ariyah 7 cucu simbah kh. Muntaha. Setelah kurang lebih 30 menit saya berpamitan pulang.
Saya jalan ke depan jalan raya agak lumayan jauh kurang lebih 200 meter. Menunggu bus dari arah banjarnegara, namun hingga pukul 15.00 belum juga ada bus. Akhirnya ada sopir minilet yang baik hati mengajak walaupun lain jurusan. Sesampainya di pasar saya dikejarkan mobil minlet yang sudah siap berangkat lewat terminal mendolo.
Pukul 16.00 masing kurang 10 menit. Saya cek satu persatu tiap agen dan saya tanyakan sesuai apa yang tertulis di email tersebut yaitu agen bud nusantara arsindo. Setelah pukul 16.00 lebih tidak ditemukan bus tersebut saya beli pulsa langsung menghubungi nomor kontaknyang tertera. Betapa kagetnya saya ketika ditelpon saya tanya agen bus malah tidak paham ataubpura-pura saya tidak tahu. Yang jelas dia jawab singkat kemudian ditutup. Jawabannta dia "saya rumah makan ikan bakar".
Akhirnya saya berkesimpulan bahwa bus yang saya pesan lewat redbus online itu modus penipuan. Akhirnya saya tanya-tanya agen bus yang ada, bahwa bus jurusan semarang ada tapi jam tidak menentu. Akhirnya setelah saya beli makan karena sudah pukul 16.30an, si penjual membantu menanyakan pada calo bus untuk telepon travel masih ada apa tidak. Setelah ditelpon ternyata masih ada dan akan betangkat pukul 17.00.
Saya menunggu travel tersebut kuranglebih 45 menit baru travel itu datang. Lalu saya naik di jok paling depan dekat sopir. Yang diagendakan pukul 20.00 sudah bisa sampai di Semarang, karena jalan macet total disebabkan ada perbaikan jalan dan jembatan sehingga dua jalur lewat dengan buka tutup bergantian.
Pukul 22.00 lebih baru sampai di stasiun poncol semarang. Penumpang dari wonosobo hanya lima orang. Makanya bus banyak yang tidak jalan, dikarenakan sepinya penumpang.
Saya langsung ke kamar kecil dan menuju ke mushola untuk melaksanakan sholat jamak takhir maghrib dan isya. Pengaruh pandemi covid-19 stasiun benar-benar lengang tidak seperti sebelumnya di waktu normal. Kereta Kertajaya dari arah Surabaya datang di stasiun poncol pukul 01.49 tiba di stasiun pekalongan pukul 03.02.
Pukul 01.00 dini hari saya masuk ke petugas boarding pass untuk check in. Setelah diperiksa tiket dan KTP lalu saya petugas menanyakan tentang surat keterangan rapid tes atau surat dari keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas ataupun klinik. Jika tidak bisa menunjukkan maka tidak boleh masuk stasiun untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta api kertajaya Surabaya-Jakarta. Saya protes mengapa saya bisa masuk di stasiun Pekalongan. Kemudian ditanya oleh petugas naiknya kereta apa. Lalu saya jawab Kamandaka. Jika kereta lokal bukan Jakarta-Surabaya tidak apa-apa. Terus saya minta saran kepada petugas. Akhirnya disuruh tukar tiket kalugung pukul 05.00 pagi.
Saya langsung menuju loket dan menjelaskan permasalahannya. Lalu petugas mengembalikan langsung dengan mengganti 100% harga tiket yang dicancel tersebut. Dan tiket kereta kaligung dapat dibeli setelah pukul 04.00 pagi. Akhirnya saya tidur di stasiun menunggu kereta pagi.
Sekian
Komentar
Posting Komentar