Guru Kunjung Hari Senin
#Assalamu alaikum
*Waalaikumussalam Pak Guru
#selamat pagi
*selalu semangat pagi
#tepuk semangat
*se-ma-ngat se--mangat oe.. oe.. yaaaahhh..
#yel-yel pendidikan karakter
N:Nasionalis
K:Kmandirian
R:Religius
I: Integritas
Go......:Gotong-royong
N-K-R-I-GO.....
Masih ingatkah lima pilar pendidikan karakter?tentu ingat, karena Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diusung Kemdikbud telah tertuang dalam permendikbud nomor 18 tahun 2018 dan sudaj menjadi gerakan nasional di samping GLS (Gerakan Litetasi Sekolah).
Melalui guru kunjung, pak sudik tidak hanya menyampaikan materi akademik, akan tetapi berusaha menyisipkan salah satu nilai karakter yang telah sekian bulan peserta didik dinina bobokan dengan pandemi covid-19. Tepatnya pada hari Senin, 3 Agustus 2020 pukul 7.30 bertempat di halaman rumah Tori Hadi Aprilian peserta didik Kelas VI telah dilaksanakannya upacara pembentangan bendera berskala kecil/sederhana dengan tata upacara hanya melibatkan 5 peserta didik sebagai petugas upacara. Suasana haru terlihat dari wajah-wajah polos mereka. Sebagaian orang tua juga ada yang menonton. Eforia peserta didik juga tampak dari keceriaan yang sering diceritakan bersama temannya, mungkin terlalu lama tidak melakukan upacara bendera.
Di tengah pandemi covid-19, bangsa Indonesia membutuhkan imun kebangsaan yang kuat. Penguatan pendidikan karakter melalui dunia pendidikan sekarang ini akan berimplikasi pada 15-20 tahun yang akan datang. Sikap nasionalis yang ditumbuhkembangkan sejak dini akan dapat membekas dan mengisi relung-relung jiwa peserta didik (mbalung sumsum). Rasa memiliki bangsa ini yang mendalam, peserta didik akan mengenal jati diri sebagai warga negara yang patuh terhadap aturan yang berlaku.
Di tengah derita, menggali cerita. Guru kunjung setiap hari menebar cerita juga mengais banyak cerita. Cerita di rumah sini, lain pula cerita di rumah sana. Banyak cerita yang sepele bagi orang lain, tetapi menginpirasi bagi sebagian orang. Cerita-cerita guru kunjung yang beraneka ragam tersebut, jika ditulis maka akan menghasilkan berjuta-juta karya.
Sekelumit cerita guru kunjung hari Senin. Pada malam harinya peserta didik yang besok pagi terjadwal akan dikunjungi pak guru supaya mempersiapkan diri sebagai petugas upacara. Protokol upacara merangkap pembacaan UUD 1945 dan Pembacaan Do'a, pemimpin upacara, pembawa teks pancasila, dan dua orang sebagai petugas pembentang bendera. Peserta didik rupanya mempunyai keinginan sendiri-sendiri bukan ditunjuk oleh gurunya. Pak Guru juga mengikuti keinginan siswa terlebih dahulu. Ternyata pemimpin upacara tidak ada yang memilih. Akhirnya pak gurulah yang menentukan pilihannya. Mungkin peserta didik bertanya-tanya upacaranya seperti apa ya, hanya lima peserta didik. Biarlah mereka penasaran. See yau leter sampai ketemu besok anak-anak.
Keesokan harinya kelima peserta telah siap, bahkan menjemput ke rumah pak guru. Padahal belum pukul 07.00. Yang namanya anak begitu, apalagi pada tahap perkembangan pra operasional kongkrit. Penasarannya tinggi ketika belum mengalami langsung.
Setelah semua petugas siap di halaman rumah salah satu peserta didik, upacara sederhana pun dimulai. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan seperti cuci tangan, memakai masker, jaga jarak.
Adapun susunan acara sebagai berikut:
Upacara bendara, Senin 3 Agustus 2020 siap dimulai:
Pemimpin upacara menempati tempat upacara, penghormatan umum, pembina upacara memasuki tempat upacara, laporan pemimpin upacara bahwa upacara siap dimulai, membaca teks pancasila, pembentangan bendera sang merah putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks UUD 1945, amanat pembina upacara, pembacaan doa, laporan pemimpin upacara bahwa upacara telah selesai, pembina upacara meninggalkan tempat upacara, penghormatan umum, pemimpin upacara meninggalkan tempat upacara.
Selesai sudah tata upacara bendera pada hari senin, 3 Agustus 2020 lalu istirahat sebentar, saya melakukan kunjungan belajar kelompok.
Bersambung....
Komentar
Posting Komentar