Essay Oleh Kang Sudik
Jelaskan tentang diri Anda secara singkat!
Sudik, S.Pd.SD., M.Pd. Lahir di Pekalongan, 13 Juli 1978, Riwayat Pendidikan saya SDN 02 Windurojo, Kesesi Lulus Tahun 1991, SMP Negeri 01 Kesesi, Pekalongan Lulus Tahun 1994, SMK Negeri 01 Kedungwuni, Pekalongan Lulus Tahun 1998, D2 PGSD UNNES Semarang Lulus Tahun 2006, S1 PGSD UT UPBJJ Semarang Lulus Tahun 2011, S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana UNESA Surabaya Lulus Tahun 2015. Sedangkan Pendidikan Non Formal Pondok Pesantren Nurul Huda Kedungwuni, Pekalongan (1995-1999) dan Pondok Pesantren Sirojul Mutaalimin Jepara Jawa Tengah (1999-2002). Pengalaman Kerja saya antara lain: Guru Honorer SD Negeri 02 Windurojo, Kesesi tahun 2002-2006, Guru SD Negeri 03 Lebakbarang, Pekalongan tahun 2007-2008, Guru SD Negeri 02 Windurojo, Kesesi tahun 2008-2013, Tugas Belajar S2 di Universitas Negeri Surabaya tahun 2013-2015, Guru SDN 02 Windurojo, Kesesi tahun 2015-2016, Menjadi Tenaga Pendidik dan Staff Wakil Kepala Sekolah Bidang CLC serta PKBM se-Sabah dan Sarawak di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia tahun 2016-2018, dan Guru SD Negeri 02 Windurojo, Kesesi tahun 2018-sekarang. Sehari-hari juga menjadi pengajar di tiga pendidikan non formal: TPQ Ash-Shodiqiyah Windurojo, Madrasah Diniyah Asy Syafiiyah Windurojo, dan mengajar mata pelajaran Nahwu-Shorof di Pondok Pesantren Nurul Huda Kedungwuni. aktif dalam organisasi antara lain: Ketua KKG, Pengurus PGRI Ranting X, Pengurus Pramuka Kwarran, Pengurus RMI Kecamatan, Kepala Madin, Kepala TPQ, Ketua Masjid Jami' Al Badriyah Windurojo.
Ceritakan pengalaman Anda membangun kolaborasi dengan rekan kerja untuk melibatkan orang tua murid dan komunitas dalam proses belajar. Jelaskan prosesnya sejak awal hingga akhir, serta dampak yang terjadi setelahnya!
Pengalaman saya di SIKK dalam berkolaborasi dengan rekan kerja untuk melibatkan orang tua murid dan komunitas dalam proses belajar. Pada waktu saya akan melaksanakan ekstrakurikuler program TPA, terkendala dengan mobil penjemputan siswa. mobil penjemputan kebanyakan sopir orang Malaysia. sebelum jam kepulangan jemputan sudah datang dan masuk tiap kelas untuk jemput siswa. jika siswa tidak cepat keluar, maka resikonya ditinggal mobil jemputan. kejadian ini hampir setiap hari banyak siswa yang ditinggal mobil jemputan. padahal semua guru mempunyai program ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah jam efektif. langkah saya supaya siswa kelas 3 mengikuti program saya. yang pertama saya berkoordinasi serta berkolaborasi dengan kesiswaan, guru BK, dan orangtua siswa. akhirnya disepakati oleh kepala sekolah dan kesiswaan. Langkah pertama membuat surat pemberitahuan jadwal TPA yang dilaksanakan setiap hari senin dan rabu satu jam setelah jam pembelajaran selesai. Kemudian kelas lain juga mengikuti jam kepulangan. Sehingga banyak orang tua siswa yang pindah langganan jemputan. Dampaknya siswa-siswa dapat mengikuti ektrakurikuler dan sopir juga mengikuti tata tertibnya, karena pintu gerbang tidak segera dibuka oleh satpam.
Ceritakan bagaimana Anda menggunakan refleksi diri dan umpan balik orang lain untuk mengembangkan diri Anda!
Refleksi diri sangat penting dilakukan, apalagi oleh seorang pendidik untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya. saya mempunyai pengalaman menarik mengajar kelas 2 yang jumlah siswanya mencapai 34 siswa, akan tetapi masih ada 11 siswa yang belum dapat membaca sama sekali. sebelum merefleksi pembelajaran, saya selalu mengajar mengikuti kurikulum yang berlaku dengan metode belajar tuntas. namun, setelah saya kesulitan menyampaikan materi pembelajaran. saya melakukan refleksi diri. akhirnya menemukan metode atau cara dalam menyampaiakan materi siswa dibagi dua kelompok besar. satu kelompok bagi siswa yang sudah lancar baca tulis dan satu kelompok khusus siswa yang belum dapat membaca dan menulis. untuk siswa yang belum lancar membaca dan menulis saya mengikuti kurikulum kelas 1 walaupun siswanya duduk di kelas 2. kemudian metode membaca yang saya terapkan menggunakan metode langsung baca tanpa eja mengikuti metode qiraati. ternyata dalam waktu 1 semester dari 11 siswa semua dapat membaca, walaupun masih ada satu dua siswa yang belum lancar betul.
Ceritakan bagaimana cara Anda membangun interaksi dengan anak di lingkup kelas/sekolah. Jelaskan bagaimana Anda menciptakan lingkungan yang memastikan keselamatan dan keamanan semua anak. Jelaskan bagaimana Anda mempertimbangkan dampak bagi anak ketika Anda memilih praktik pembelajaran di kelas atau menerapkan kebijakan baru!
Cara membangun interaksi dengan anak sangat penting dilakukan oleh seorang guru. interaksi inilah yang membuat anak memeroleh ilmu pengetahuan dan pengalaman dari guru di sekolah. suatu ketika ada orang tua yang menceritakan tentang anaknya selalu ingin berangkat ke sekolah karena kangen dengan pak guru. saya menanyakan apa yang membuat kangen. kemudian orang tua tersebut menjawab karena pak guru katanya humoris, anak-anak tidak tegang di kelas. ternyata salah satu cara membangun interaksi dengan anak sangat sederhana sekali. Perlunya seorang guru menciptakan lingkungan yang memastikan keselamatan dan keamanan semua anak. apalagi anak SD kelas rendah masih pada tahap pra operasional kongkrit, benda-benda mati bagi mereka seolah-olah hidup. kadang-kadang anak tidak memikirkan keselamatannya sendiri. suatu ketika saya ajak anak-anak keluar kelas. anak-anak sangat senang. saya suruh jalan sesuai barisan masing-masing, karena lewat di pinggir jalan raya, tapi mereka lari-lari inginnya cepat sampai tujuan. setelah sampai tujuan sebagaian naik bukit dan bermain prosotan di tebing. selang beberapa menit ada satu anak yang celananya sobek dari bawah hingga atas. akhirnya saya harus ke sekolah mengambil jarum jahit. saya berpikir ini kesalahan saya karena dalam perencanaan tidak mencantumkan managemen resiko. bagaimana hal ini seharusnya tidak terjadi. dalam RPP harus mempertimbangkan dampak baik dan buruk serta solusinya. Untuk mewujudkan sekolah ramah anak, berikut Iini usaha sekolah dalam menciptakan keselamatan dan keamanan semua anak. untuk menjaga keselamatan anak di area sekolah yang setiap tiyang dari besi dibalut dengan busa. kemudian di tempat-tempat tertentu yang berbahaya bagi keselamatan anak ditempel tulisan-tulisan larangan, seperti listrik tegangan tinggi, dan lainnya. jauhkan benda-benda tajam dari tempat anak-anak bermain. sediakan obat-obatan yang diperlukan. lakukan pendampingan jika anak-anak belajar di luar kelas. Kadang guru juga harus menerapkan kebijakan baru seperti sekarang ini karean adanya pandemi covid-19, demi keselamatan warga sekolah termasuk keselamatan anak-anak.
Ceritakan bagaimana Anda menggerakkan sebuah upaya perbaikan yang mengakomodasi perbedaan dan keragaman di komunitas Anda. Jelaskan proses kolaborasi serta refleksi terhadap hasil yang dicapai!
Perbedaan dan keragaman sudah pasti akan selalu ada di manapun kita bekerja. apalagi hidup di Indonesia ini yang beragam suku, adat istiadat, bahasa yang beda-beda, dan lainnya. saya mempunyai contoh kecil pengalaman waktu menjadi seksi kegiatan pesta siaga tingkat kwarran. dalam satu tim mulai dari merumuskan anggaran, merencanakan kegiatan, hingga pelaksanaan kegiatan sudah tentu banyak perbedaan baik pendapat maupun sikap. ketika menentukan satu titik kegiatan saja menuai kontroversi dan perbedaan hingga memakan waktu yang cukup lama. waktu itu cara menentukan tempat untuk ketangkasan egrang. mula-mula survey tempat proses kolaborasinya meminta persetujuan dengan pihak sekolah akhirnya diputuskan di lapangan voly yang baru saja diplaster. kami ada 6 orang dalam satu tim seksi kegiatan. namun setelah ditentukan di lapangan voly, ada salah satu guru yang keberatan karena kalau rusak akan berhadapan dengan pemuda karangtaruna yang belum lama memperbaiki. akhirnya melakukan musyawarah hingga lama menentukan karena sama-sama mempunyai pendapat. setelah disepakati bersama yang resikonya lebih kecil, akhirnya disepakati dilapangan rumput, walaupun tanahnya agak gembur. setelah saya melakukan refleksi ternyata benar jika dilakukan di lapangan voly, maka akan fatal akibatnya.
Komentar
Posting Komentar