Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Id-20 Vs Covid-19

Gambar
           Dok. Shalat Id di Masjid Jami' Al Badriyah Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Jami' Al Badriyah Dusun Kuthowangi Desa Windurojo hari ahad lalu, alhamdulillah berlangsung dengan khidmat. Meskipun bukan termasuk di wilayah zona merah, namun pelaksanaan sholat id mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Seperti berwudhu dari rumah, membawa tikar dan sajadah sendiri, memakai masker, shaf jaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membawa anak kecil. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran Covid-19. Tindakan preventif tersebut mengingat sebagian warga baru pulang mudik dari Jakarta yang kategori wilayah zona merah. Namun bukan berarti mengklaim warga yang pulang dari Jakarta sebagai pembawa virus, itu bukan demikian. Ini hanya bentuk kehati-hatian jamaah atau ikhtiyar bersama supaya semuanya sehat.  Pada H-2 Pengurus masjid mengundang Perangkat desa setempat, karangtaruna, banser, muslimat,...

Tafakkur Dzikir dan Sholatku

Allah swt. Berfirman: "Ingatlah, dengan mengingat Allah (Dzikir) maka hati akan tenang" Dalam Firman yang lain Allah menjelaskan: "Sholat adalah untuk mengingat-Ku (Mengingat Allah)" Hasil Tafakkur: Mengapa hatiku masih gelisah ingin cepat2 keluar dari sholat, setelah sholat hatiku juga gelisah ingin cepat2 menyelesaikan bilangan dzikir?ada apa dengan sholatku?ada apa juga dengan dzikirku?apakah sholat yang saya kerjakan belum memenuhi hak2nya sholat (seperti syarat, rukun, sunah, adab, dll)?apakah juga dzikirku kepada Allah swt.hanya di mulut saja belum sampai masuk pada relung2 hati?apakah krn akalku  yg blm mampu berkonsentrasi untuk menyifati keagungan dan kebesaran Allah swt.?😭😭

MAA DZAA BA’DA RAMADHAN Oleh Alfadzil Drs. KH. Harun Tafsir, M.ag

MAA DZAA BA’DA RAMADHAN   (Apa selepas Ramadhon) ? Satu hari sudah, Ramadhan berlalu. Masa begitu pantas berjalan. Inilah sunnatullah terhadap alam ciptaan-Nya. Terasa baru semalam kita menyambut kedatangan Ramadhan, dan sekarang sudah pergi, sedangkan hati kita masih belum puas dan sentiasa merinduinya. Perpisahan yang belum pasti kita dapat bertemu semula. Para Zu’ama’ memperhatikan tingkah manusia ketika hadir bulan Ramadhan, kemudian membaginya kepada  tiga golongan, yaitu : GOLONGAN PERTAMA Mereka yang sentiasa dalam ketaatan sebelum kedatangan Ramadhan. Apabila datang Ramadhan, mereka semakin rancak  dan bersungguh-sungguh beribadah dengan berpuasa, qiamullail, sedekah, membaca al-Qur’an, sholat   silaturrahmi dan segala yang mendatangkan keredhaan Allah SWT.   Apabila Ramadhan berlalu mereka sangat sedih kerana mereka telah mengecapi nikmat dan kelazatan beribadah sepanjang Ramadhan. Air mata mereka mengalir dan hati mereka merindui Ramadhan yan...

Kisah Rasulullah SAW dan Buah Limau oleh Alfadhil Drs. KH. Harun Tafsir, M.Ag

Kisah Rasulullah SAW dan Buah Limau "Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.  Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu.  Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan "Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada d...

NGAJI & TAFAKKUR

*NGAJI  TAFSIR  JALALAIN* 2 Syawal 1441 H Surat Al-Qodr : 1-5 (Makkiyyah atau Madaniyyah, terdiri 5 atau 6 ayat) 1. (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya) yaitu menurunkan Alquran seluruhnya secara sekali turun dari lohmahfuz hingga ke langit yang paling bawah (pada malam kemuliaan) yaitu malam Lailatulkadar, malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. 2. (Dan tahukah kamu) Hai Muhammad (apakah malam kemuliaan itu?) ungkapan ini sebagai pernyataan takjub atas keagungan yang terdapat pada Lailatulkadar. 3. (Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan) yang tidak ada malam lailatulkadarnya; beramal saleh pada malam itu pahalanya jauh lebih besar dan lebih baik daripada beramal saleh yang dilakukan selama seribu bulan yang tidak mengandung malam lailatulkadar. 4. (Turunlah malaikat-malaikat) bentuk asal dari lafal Tanazzalu adalah Tatanazzalu, kemudian salah satu huruf Ta-nya dibuang, sehingga jadilah Tanazzalu (dan Ar-Ruh) yakni malaikat Jibril (di malam itu) arti...