Refleksi & Evadir
Assalamualaikum,
Salam Pramuka
"Pengalaman adalah guru terbaik" kita sering mendengar ungkapan ini. Belajar dari pengalaman, jangan sampai hal yang sama dilakukan kembali. Jika hal yang baik, maka perlu inovasi minimal ada peningkatan, walaupun hanya 0,5 %. Akan tetapi jika hal tersebut merupakan sebuah kekurangan atau kesalahan maka perlu evaluasi dan refleksi supaya kekurangan bisa dijadikan bahan perbaikan dan pertimbangan untuk kegiatan selanjutnya. Data empirik sangat diperlukan untuk mengambil sebuah keputusan.
Berikut ini saya pribadi akan merefleksi kekurangan diriku sendiri pada kegiatan pramuka pesta siaga tahun 2020 yang masih tahap belajar bersama kakak2 hebat, kakak-kakak senior.
Nama : Sudik
Peran : Anggota Seksi Kegiatan pada Pesta Siaga 2020
Dengan ini menyatakan kekurangan saya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan, antara lain:
1. Dalam mengikuti perwakilan temu pinkon di Kwarcab tidak serius dan kurang pro aktif sehingga materi yang diterima tidak optimal serta kurang menguasai materi.
2. Dalam menyampaikan materi ke pembina gudep belum menguasai bahan materi sepenuhnya, sehingga di antara pembina gudep masih saja berbeda penafsiran.
3. Dalam menyampaikan materi temu juri juga kurang maksimal sehingga sebagaian juri belum paham dengan materi dan penilaiannya.
4. Dalam membuat administrasi kurang komunikasi yang intensif, baik dengan sekretariat maupun dengan anggota sie giat lainnya sehingga banyak kekurangan dan pembuatan format mendadak.
5. Dalam menyiapkan peralatan juga kurang optimal, terbukti:
- laptop mengalami looding, sehingga menghambat input
- sound system untuk seni budaya juga mengalami gangguan pada kabel audio, sehingga harus ganti mendadak
6. Kebersihan dilakukan bersama2 dengan juri namun, plastik besar tempat sampah jumlahnya terbatas sehingga sampah hanya bisa dikumpulkan di pinggir-pinggir lapangan dan jalan. Padahal sudah ada himbauan untuk masing-masing gudep membawa plastik besar tempat sampah, namun pada kenyataannya tidak melakukan kebersihan bersama-sama.
7. Saya kurang belajar tentang materi dan undang-undang tentang kepramukaan, sehingga sering melakukan kesalahan baik tentang ucapan maupun perbuatan. Saran dan masukkan saya ucapkan terimakasih. Kritik, saran dan masukkan ini sangat bermanfaat sebagai ilmu baru buat saya.
8. Miskomunikasi antara juri, pembina pendamping, dan seksi kegiatan terjadi karena kemungkinan penjelasan materi yang saya sampaikan banyak yang kurang memahami.
9. Atas dasar delapan point kesalahan tersebut, alangkah lebih baik jika saya jangan diamanatkan sebagai anggota seksi kegiatan pada kegiatan selanjutnya. Saran saya, untuk pemilihan seksi kegiatan dipilih kakak-kakak yang mempunyai track record yang bagus di pengurus kwarran kesesi.
Sekian,
Salama Pramuka
Komentar
Posting Komentar