Kisah Sebongkah Roti Oleh: Drs. KH. Harun Tafsir, M.Ag
Kisah Sebongkah Roti:
Berbuat baik pada sesama sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat manusia. Tidak perduli siapapun dia. Kita mesti memperlakukan orang lain dengan baik jika ingin diperlakukan dengan baik pula.
Perbuatan baik seringkali tidak hanya berbuah pahala bagi seseorang, bahkan ketika masih di dunia perbuatan yang dilakukan dapat kembali padanya dengan cara yang tidak disangka -sangka. .
Seperti dalam kisah berikut ini.
Perbuatan baik yang dilakukan secara berterusan dan sabar ternyata memberikan hikmah luar biasa pada seorang wanita.
*****
Ada seorang wanita yang membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari.
Selain itu setiap harinya, wanita ini juga membuat roti ekstra untuk diberikannya pada orang lain yang kebetulan melewati rumahnya.
Dia meletakkan roti itu pada jendela rumahnya untuk siapa saja yang ingin mengambil roti tersebut.
Setiap hari, ada orang yang sudah tua, kurus dan bungkuk datang dan mengambil roti itu.
Tetapi, bukannya mengucapkan terima kasih dan menunjukkan keramahan, pria itu malah menggerutu sejumlah kata yang selalu dia ucapkan setiap hari.
Beginilah kira-kira ucapannya: "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu."
Perkara ini berlangsung secara terus-menerus, hari demi hari. Pria bungkuk itu selalu datang dan mengambil roti seraya mengatakan sesuatu dengan mengucapkan, "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu."
Wanita itu merasa marah dan berkata : "Bukannya berterima kasih diberi roti, tetapi.... malah meradang...
'Setiap hari pria itu mengatakan hal yang sama, apa maksudnya ?' pikir wanita itu.
Suatu hari, tiba-tiba dia memiliki keinginan untuk menyingkirkan pria bungkuk itu. Dia berniat membuat roti dengan racun di dalamnya. Tetapi, ketika akan meletakkannya pada jendela, dia gemetar dan tersadar. "Apa yang telah aku lakukan?" katanya.
Roti itu akhirnya dibakarnya habis dan dia menggantinya dengan roti biasa.
Seperti hari-hari sebelumnya, pria itu datang lagi dan tetap mengatakan hal yang sama, tidak menyadari peperangan batin yang terjadi dalam hati wanita itu.
" "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu." "
Suatu hari anak wanita tersebut pergi ke suatu tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.
Wanita ini terus berdoa agar putranya diberi keselamatan dalam perjalanan dan dapat kembali dalam keadaan selamat. .
Malam itu, pintu rumahnya diketuk dari luar, wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak berdiri dihadapannya.
Anaknya itu terlihat sangat penat dan lemah, rupanya dia kelaparan.
Sang anak menatap ibunya dan berkata,"Ibu, ini keajaiban. Ketika aku masih jauh dari sini, aku kepenatan dan pingsan. Aku mungkin akan mati kelaparan, tetapi pada saat itu ada orang bungkuk datang melintas dan memberiku sebuah roti," ungkap sang anak.
Pria itu berkata," Ini yang aku makan setiap hari. Hari ini aku harus memberikannya padamu karena kamu lebih memerlukannya daripada aku."
Kemudian seketika wajah ibunya pucat dan tersandar di dinding.
Dia teringat akan roti beracun yang hampir saja dia berikan pada orang bungkuk itu pagi tadi.
Andai saja dia memberikannya pada orang bungkuk itu, tentu anaknya lah yang akan dia racuni dengan tangannya sendiri.
Akhirnya dia menyadari arti kata yang selalu diucapkan pria bungkuk itu.
"Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu."
************
Bumi Likas, Sya'ban 1441 H.
Komentar
Posting Komentar