6 Rumah Sakit & 6 Ayat Syifa


Bismillahi, walhamdulillah, walailaha illalloh, wallohu akbar. Allohumma sholi ala sayidina Muhammadin tibbil qulubi wadawaiha wa afiyatil abdani wasyifa'iha wanuril abshori wadziya'iha wa ala alihi washohbihi wasalim. Amma ba'du.

Hari ini Kang Sudik berbagi cerita tentang ikhtiyar kesehatan lahir dan batin.

Pada hari Rabu, 11 Maret 2020 Istri saya pergi berobat ke RSUD Kajen. Saya tidak bisa mengantar karena di balaidesa ada acara Gemarikan yang diselenggaran oleh Dinas Perikanan yang dihadiri oleh Ibu Bupati dan Kepala Dindikbud. Istri saya diantar oleh Imron adik sepupunya. 

Hasil cek laboratorium bahwa istri saya terkena typus stadium tinggi. Saran dari dokter supaya dirawat inap, namun semua ruang RSUD penuh. 
Akhirnya, istri saya memutuskan pulang saja rawat jalan. 

Sepulang berobat tidak ada perubahan. Bahkan malamnya kedinginan setelah panas turun naik. Paginya rencana akan dibawa ke rumah sakit lagi, tetapi istri saya tidak mau. 

Sehabis asar sepertinya istri saya pucat dan tidak ada tanda-tanda perubahan. Akhirnya saya dan ibu mertua saya sepakat untuk membawanya ke RSI Pekajangan. Setelah bapak mertua saya menghubungi mobil dan siap mengantar. Pada pukul 16.00 saya berangkat. Namun setelah beberapa meter mobil kembali lagi karena Kartu Askes/BBJS tertinggal di rumah. 

Diperjalanan menuju RSI sempat mampir ke RSUD Kajen, namun ruangan tetap masih penuh. Akhirya saya melanjutkan perjalanan ke RSI. Sesampainya di RSI saya langsung menuju IGD dan bertanya kepada petugas. Ternyata semua ruangan juga penuh. 

Tujuan selanjutnya ke RSUD Bendan Kota Pekalongan. Namun setelah sampai di IGD, saya harus mengantri karena petugas masih melayani tamu lain. Setelah saya tanyakan pada petugas, ternyata ruangan juga penuh. Istri saya minta pulang saja, tapi saya tidak menyerah langsung menuju ke RSUD keraton. Rumah sakit ini milik pemkab Pekalongan walaupun letaknya di Kota Pekalongan.

Di sana saya langsung menanyakan pada petugas informasi terlebih dahulu. Jawabannya sama ruangan penuh. Saran petugas supaya dicek dahulu di IGD barangkali bisa dirawat di ruang kebidanan karena berkaitan dengan kehamilan. Istri saya pun turun dan dicek oleh petugas. Namun, lagi-lagi tidak bisa di rawat inap di RSUD ini karena ruangan penuh. Begitu juga tidak bisa dirawat di ruang kebidanan karena bukan pasien persalinan. 

Atas saran dari petugas supaya dirawat di RS Anugerah. Namun setelah pihak rumah sakit dihubungi tidak ada ruangan kosong. Begitu pula RSIA Pekajangan juga dihubungi oleh petugas, juga tidak ada ruangan kosong untuk rawat inap. Karena waktu sholat maghrib sudah mepet, saya langsung mencari mushola. Istri saya sholat di ruang pemeriksaan IGD. 

Kemudian petugas terakhir menghubungi rumah sakit baru Hermina dengan pertimbangan ada dokter kandungan dan dokter dalam. Rumah sakit ini baru diresmikan pada bulan November 2019. Setelah kurang lebih 10 menit akhirnya ada jawaban dari pihak rumah sakit hermina bahwa ada ruangan yang masih kosong. Namun, RS Hermina tidak menerima klaim BBJS.

Sesampainya di RS Hermina, istri saya langsung diperiksa dokter jaga IGD. Saya dan ibu mertua sejenak menemani sebelum ke petugas pendaftaran. 

Setelah beberapa saat istri saya di rawat di ruang PK, saya diarahkan untuk ke bagian pendaftaran. Setelah proses pendaftaran dengan mengisi formulir serta disuruh baca Prosedur Operasional RS Hermina ini. Saya dengan meminta pertimbangan istri saya mengambil kelas 2 dan mendapat surat keterangan dari dokter jaga. Lalu saya kembali ke tempat pendaftaran menyelesaikan administrasinya. 

Saya mengantar ibu saya ke depan untuk mencari mobil yang parkir di depan lobby. Namun, saya lupa tas yang berisi pakaian ganti saya dan istri tidak diambil. Setelah sampai di dalam istri saya menanyakan tas itu. Saya baru ingat. Akhirnya saya hubungi adik saya untuk mengantarnya besok pagi. 

Di kelas 2 saya baca di sana terisi oleh tiga orang. Namun, setelah memasuki kamarnya ternyata di kamar kelas 1 di lantai 3 nomor 312. Di Kamar ini kapasitas untuk dua pasien, namun hingga hari ketiga alhamdulilah sebelah masih kosong. 

Demikian tulisan saya ini saya sampaikan sebagai ikhtiyar lahir (berobat secara medis) untuk kesembuhan istri saya dan harapan saya semoga bagi para pembaca dengan ikhlas ikut mendoakan untuk kesembuhan isteri saya. 

Selain ikhtiyar secara dhohir saya juga melakukan ikhtiyar secara batin memohon kesembuhan Allah swt melalui sholat, membaca Alquran, dzikir dan berdoa. sebagai muslim selalu membaca Al- Quran. Berikut enam ayat syifa' yang terdapat dalam Al-Quran. Semoga ayat syifa ini menjadi sarana untuk memohon kesembuhan isteri saya.

وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Wa yanshurkum `alayhim wa yasyfi shuduura qawmim-mu’miniin
Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman
[At-Taubah 9: 14]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Yaa ayyuhaan-naasu qad jaa atkum maw`izhatum mir-rabbikum wa syifaa-ul-limaa fish-shuduuri wa hudaw wa rahmatul-lil mu’miniin
Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Yunus 10: 57]

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

Yakhruju mim-buthuunihaa syaraabum-mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaa-ul-linnaas
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
[An-Nahl 16: 69]

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil mu’miniin
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Bani Israil (Al-Israa) 17: 82]


وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ


Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
[Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]


قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ


Qul huwa lilladziina aamanuu hudaw wasyifaa’uw-walladziina laa yu’minuun
Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman.
[Fushshilat 41:44]

Sekian,

Terimakasih atas doa dari para orang tua khususnya bapak ibu saya, saudara-saudara saya, dan teman-teman saya. Teriring doa Jazakumulloh khoiron katsiro


Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom