Ringkasan Khotbah Jumat: Hikmah Sholat Berjamaah Membangun Kerukunan

Jumat Manis, 6 Jumadil Tsaniyah 1441 H yang bertugas sebagai Khotib dan Imam Masjid Jami' Al-Badriyah Dusun Kuthowangi Desa Windurojo beliau Ustadz Muhammad Sholahuddin berasal dari Dusun Serang, Windurojo. 

Berikut ringkasan materi khutbah yang dapat ditulis oleh kangsudikblogspot.com.

Khotib menyampaikan yang pertama adalah kalimat  wasyiyat ketaqwaan kepada diri khotib dan kaum muslimin pada umumnya. Kalimat ini merupakan salah satu rukun khotbah yang harus memakai bahasa arab. 

Salah satu bentuk ketaqwaan adalah menjalankan sholat fardu lima waktu. Disebutkam dalam hadits bahwa barangsiapa yang dengan sengaja meninggalkan satu waktu dari sholat fardu tersebut, sanksinya adalah namanya telah tertulis di pintu neraka, maka resikonya adalah akan memasuki pintu tersebut. Naudzubillah min dzalik.

Allah swt berfirman: 

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku".

Dalam ayat ini terdapat petunjuk agar mengikuti sholat berjama’ah bersama kaum muslimin dan pergi ke masjid. Jumhur ulama meyatakan bahwa sholat berjamaah di masjid hukumnya sunnah mu’akkad karena dalam menjalankannya terdapat banyak maslahat dunia dan akhirat. 

Begitu pula shalat jamaah jumat, dalam hadits telah disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat jumat hingga tiga kali tanpa udzur syar'i, maka kategori orang munafiq. Naudzu billah min dzalik.

Hikmah shalat berjamaah sangat banyak sekali, di antaranya adalah menciptakan kerukunan sesama umat islam. Dengan membiasakan shalat berjamaah di mushalla ataupun di masjid, maka akan tercipta negara yang aman dan tentram yaitu, baldatun thoyibatun warobbun ghofur,,amin.

Sekian, semoga bermanfaat.



Komentar

  1. Balasan
    1. Terimakasih Om Jay Blogger ternama, semoga kita diberi kemudahan oleh Allah dalam menjalankan perintah-Nya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom