Humor Kelas Rakyat: Ternyata Pijet Plus Plus

Tibalah saatnya waktu yang dijanjikan sebut saja namanya Si Sur orang malaysia berdarah Indonesia. Beliau sehari-hari jualan nasi di kantin sekola. Kerja sampingannya di samping sebagai koki juga sebagai stokis obat herbal. Hari Ahad, hari yang dinanti oleh group penikmat pijat. Mereka terdiri dari cikgu-cikgu yang suka berlangganan pijet hari ahad di pasar gaya. Walaupun hanya kaki yang dipijat, tapi ada unsur atom yg negatif telah berganti unsur atom positif. Kali ini ide Si Sur lain dari biasanya. Cikgu  trio yang tidak penulis sebut namanya itu berangkat mengikuti ajakan si sur dengan mobil kancil miliknya. Setelah sampai di salah satu mall KK, mereka ngga sepakat pijet di situ karena pasti mahal. Akhirnya, si sur mengajak ke Inanam. Di  Inanam berderet kedai pijat. Si sur mengajak mereka bertiga ke sebuah kedai pijat. Sesampainya di dalam ruangan betapa terkejutnya cikgu bertiga, maklum karena masih belum pengalaman. Wah aduhai..montok-montok. Lalu mereka bertiga berembug. Cek lokasi tiap kamar gelap. Aduh bahaya watt tinggi kalau begini.akhirnya nego sama bosnya supaya yang minjit laki-laki. "yang laki-laki cuma saya, dan ga bisa mijit" kata bos kedai itu. Ya udah kita cancel. Kaburrrrr....haha..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom