Doa Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S. Pasca Pembangunan Baitullah

Alhamdulillah, nderes Alquran ba'dal maghrib yang ditemani oleh satu orang kadang dua orang teman penyimak sekaligus teman diskusi telah sampai pada ayat 127 dari Surat Albaqarah. Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan di Masjid Jami' Al-badriyah Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo. Masjid yang baru satu tahun berdiri di desa ini dibangun oleh donatur tunggal ibu nyai hajjah badriyah pengusaha batik asal Buaran Pekalongan sengaja diwaqafkan kepada masyarakat Windurojo selain untuk beribadah, juga supaya diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah setiap habis shalat maghrib pengajian nderes Alqur'an bersama, nderes kitab tafsirnya, nderes kitab fiqih, dan rencananya akan ditambah nderes kitab hadits. Kegiatan ini bermula dari permintaan salah satu jamaah masjid asal Cianjur Jawa Barat yang sudah bermukim di Kuthowangi kurang lebih sepuluh tahun, meminta supaya setiap habis maghrib diisi dengan mengaji walaupun hanya satu atau dua ayat setiap pertemuan. Sekarang tanggal 20 Januari 2020 telah memasuki bulan yang ke berapa, penulis juga lupa. Yang jelas sekarang telah sampai kajian tafsir Surat Al-Baqoroh ayat 127. Kitab tafsir Alqur'an yang dikaji yaitu Kitab Tafsir Jalalain buah karya dari dua ulama besar yaitu Syaikh Jalaluddin Assyuyuti dan Syaikh Jalaluddin Al-Kitab makhali. Kajian dimulai membaca Al-qur'an bersama-sama sesuai ayat yang akan menjadi kajian tafsir. Marilah kita ikuti bersama-sama kajian tafsir alquran, yang penulis rangkum sebagai berikut. 
و*اذيرفع ابراهيم القواعد * من البيت* واسمعيل* ربنا تقبل منا*  انك انت السميع* العليم
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), Ya Tuhan Kami Sungguh. Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui" (Surat Albaqarah:127)

Penjelasan Tafsir
*)Tanda bintang adalah makna tafsir dari Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Karim lil Imam Al Jalalain (Syaikh Jalaluddin Assyuyuti dan Syaikh Jalaluddin Al Mahalli)
1. Dan ngatlah kamu Muhammad saw.
2. Ketika Nabi Ibrahim meninggikan pondasi atau tembok.
3. Dari Albait/Ka'bah yang dibangun, lafadz ini taaluq dgn lafadz yarfa'u.
4. Dan Nabi juga Nabi Ismail, Lafadz ini athof atas lafadz ibrohimu, mereka berdua seraya berdo'a: 
5. Ya Allah Tuhan Kami, Terimalah dari kami (bangunan ka'bah kami).
6. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Mendengar tentang perkataan/do'a.
7. Juga Dzat Yang Maha Mengetahui tentang perbuatan.

Kesimpulan penulis dari ayat tersebut, bahwa Ibrahim dan Ismail adalah Nabi yang mula-mula meninggikan bangunan Baitullah di Makkah. Baitullah dibangun sebagai tempat beribadahnya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail beserta kaumnya. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan kepada kita semua untuk berdoa kepada Allah swt. setelah berusaha. Pentingnya usaha disertai doa karena kita tidak tau bahwa amalan kita itu diterima Allah atau tidak. Karena amalan kita kemungkinan tercampur dengan sifat-sifat yang madzmumah seperti ujub, riya, sum'ah, takabbur, dan lainnya. Sekalipun Mereka berdua Nabi yang sudah dijamin usaha dan doanya diterima oleh Allah, namun tetap mengajarkan kepada umatnya untuk selalu rendah hati dan merasa membutuhkan anugerah dan pertolongan dari Allah swt. Wallahu a'lam bishowab.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom