Best Practices: Makan Sate Betutu

Banyak hal yang unik yang saya temukan di tempat yang baru. Kali ini saya dan dua teman saya bermaksud mau makan malam di kedai pojok (kedai dayang tempo dulu). Saya penasaran dengan sate yang besar-besar ukurannya. Tanpa berpikir yang aneh-aneh saya langsung tanya harganya satu tusuknya. Harganya ternyata murah, cuma satu ringgit pertusuk. Langsung saya beli lima tusuk. Setelah saya makan, teman saya penasaran dan mendekati saya ingin ikut mencicipinya juga. Maklum di Indonesia belum pernah melihat sate seperti ini. Namun, baru makan  satu biji sate langsung teridentifikasi dan dihentikan "wah,,ini sate brutu (betutu)" sambil mengunyah dan mengeluarkannya, "ha ha ha". Kata saya "o, ya, ya brutu,,tapi saya sudah hampir habis satu tusuk, ah lanjutkan saja. Pura-pura ngga enak saja haha...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum Hari ke-3 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-223 Bulughul Marom

Perbedaan Huruf Athaf Fa dan Tsumma

Kultum Hari ke-2 Ramadhan 1447 H: Kajian Hadits ke-222 Bulughul Marom