Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Kajian Kitab Nurudholam:Dua Macam Nikmat

Gambar
Syaikh Al-Baidhawi berkata: "Nikmat-nikmat Allah ta'ala sekalipun tidak dapat dihitung, dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu: nikmat duniawi dan nikmat ukhrawi. Nikmat duniawi terbagi menjadi dua macam, yaitu:wahbi (pemberian langsung dari Allah) dan kasbi (yang dihasilkan lewat usaha). 1. Nikmat duniawi yang wahbi terbagi menjadi dua, yaitu:  a. nikmat ruhani, seperti ditiupkannya ruh pada hamba dan menyinarinya dengan akal dan diikuti dengan kekuatan-kekuatan seperti pemahaman, pikiran dan ucapan.   b. nikmat jasmani, seperti diciptakannya tubuh, kekuatan yang menetap di dalam tubuh, dan keadaan yang menyokong tubuh berupa kesehatan dan kesempurnaan anggota tubuh. 2. Nikmat kasbi, yaitu membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela, menghiasinya dengan akhlaq yang diridhai, menghiasi tubuh dengan bentuk watak (tabiat yang baik), dengan perhiasan-perhiasan (intan, permata) yang indah, dengan pangkat atau kedudukan, dan harta benda. Adapun nikmat ukhr...

I'rob & Tafsir QS. Al-Fatihah-7

  I'rob & Tafsir QS. Al-Fatihah-7 shiraatalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim wala ad-dhaaliin Shirratha  : badal muthabiq dari kalimat “Ash-shirat” sebelumnya, keadaannya mansub, dan tanda nasabnya adalah fathah yang nampak jelas. Sedangkan ia adalah mudhap. Alladziina  : Isim mausul, mabni fathah, menempati tempat jar berkedudukan menjadi mudhaf ilaih. An'amta  : fiil madhi mabni sukun, karena bersambungnya dengan huruf “Ta fail”. Sedangkan huruf “Ta” adalah dhamir (kata ganti) yang bersambung dengan fiil (kata kerja) keadaannya tetap fathah menempati tempat rofa’ berkedudukan fail. 'Alaihim   : “’Ala” adalah huruf jar mabni sukun, tidak ada i’rab baginya. Dan huruf “Ha” adalah dhamir (kata ganti) yang bersambung dengan fiil (kata kerja) keadaannya tetap kasrah menempati tempat majrur oleh “Ala”. Dan huruf “mim” adalah huruf yang menunjukan pada jama mudzakar. Dan jumlah fi’liyyah menjadi silah mausul. Sybhul jumlah dari jar-majrur menemp...